MADRID – Ruang ganti Real Madrid dikabarkan sedang diguncang badai internal hebat. Hubungan antara Presiden Klub, Florentino Perez, dan sang megabintang, Kylian Mbappe, dilaporkan berada di titik terendah akibat pelanggaran kedisiplinan dan ego pemain yang mulai memicu friksi di dalam skuad.
Kabar yang diembuskan oleh media-media terkemuka Spanyol seperti Marca dan El Chiringuito pada pertengahan Mei 2026 ini menyebutkan bahwa Perez mulai kehabisan kesabaran. Jika situasi tidak membaik, opsi radikal seperti melepas sang pemain atau mendatangkan pelatih berkarakter keras seperti Jose Mourinho kini mulai dipertimbangkan serius.
Kronologi Konflik: Hak Citra Hingga Kubu-Kubuan di Ruang Ganti
Keretakan hubungan antara sang presiden dan pemain nomor punggung 9 tersebut dipicu oleh dua faktor utama yang dianggap melanggar batas suci regulasi internal Los Blancos:
Pelanggaran Hak Citra (Image Rights): Florentino Perez kabarnya sangat geram setelah Mbappe secara sepihak menandatangani kontrak komersial pribadi dengan brand yang menjadi kompetitor langsung dari sponsor utama Real Madrid.
Keretakan Ruang Ganti: Laporan internal dari tim pelatih menyebutkan bahwa Mbappe mulai menunjukkan sikap terlalu dominan. Hal ini memicu terbentuknya faksi atau kubu-kubuan antara kelompok pemain asal Prancis dan pemain non-Prancis, yang mengancam keharmonisan tim yang sudah solid selama ini.
Pernyataan Tegas Florentino Perez
Sejarah mencatat bahwa Florentino Perez tidak pernah ragu mendepak bintang besar demi menjaga wibawa klub, seperti yang pernah dialami Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos.
Peringatan Keras di Valdebebas: Dalam pertemuan darurat di fasilitas latihan Valdebebas, Perez dilaporkan memberi ultimatum langsung kepada Mbappe:
"Tidak ada pemain yang lebih besar daripada Real Madrid. Beradaptasi dengan aturan klub, atau silakan angkat kaki di bursa transfer musim panas."